Monday, February 20, 2006

Bubur Ayam Kuah Soto

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Lagi-lagi ini masakan waktu masih di Singapur. Kalau sekarang sih, pengen sarapan bubur tinggal panggil abang yang lewat depan rumah setiap pagi :D Untuk buburnya, aku mbuat 1/2 resep bisa untuk 4 porsi.

Bahan bubur:
200 gr beras
2 liter air
2 lembar daun pandan
2 lembar daun salam
1 sdt garam

Kuah:
1 dada ayam atau fillet
1 batang daun bawang
2 batang daun seledri
1 liter air
1 batang sereh
3 lembar daun jeruk
2 cm jahe, keprek
3 sdm minyak goreng, untuk menumis

Haluskan:
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm kunyit, bakar
5 buah kemiri, sangrai
1 sdm garam
1 sdt merica

Pelengkap:
100 gr kacang kedelai, goreng
5 buah cakwe goreng, iris
irisan daun bawang, seledri, bawang goreng
kecap manis
kerupuk
sambal

Cara membuat:
Bubur
Masak beras bersama air, daun pandan, salam dan garam. Aduk sesekali. Masak hingga kental, angkat dan tiriskan.

Kuah
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
2. Tambahkan air secukupnya dan masukkan ayam.
3. Masukkan sisa bahan kuah. Masak hingga ayam empuk. Matikan api.
4. Angkat ayam, suwir-suwir.
5. Sajikan bubur dengan semua bahan pelengkap dan suwiran ayam.

Sumber : Dapur Bunda

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Wednesday, February 15, 2006

The Inspiring Women

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Hidup jauh dari kampung halaman, makanan yang tak cucok dilidah, tetangga kanan-kiri yang tak saling kenal *hanya sebatas senyum dan say hi*. Awalnya memang agak membosankan. Alhamdulillah tak berlangsung lama…

Transportasi umum yang nyaman, bersih, serba teratur dan keadaan sekitar yang relatif aman. Semua itu menjadi lengkap setelah saya menemukan keluarga baru. Ya… teman-teman yang juga berasal dari Indo.

Ada Teteh yang punya blog begitu menggoda. Gimana enggak? Isinya makanan melulu, dari tiramisu sampai singkong goreng ada disitu, slrupp :p Teteh yang lain, tetep semangat ngoprek didapur sepulang kerja. Kalau buka warung makan Sunda kaya’nya ok deh Teh ;) Bahkan ada mamee yang udah punya bisnis cateringnya sendiri, kerenn..

Selain itu, ada mbak yang senengnya ngarang. Begitu mengalir dan enak dibaca. Tapi sayangnya, mbak ini ga mau menanggung efek samping setelah membaca karangannya :) Ternyata oh ternyata… ada juga lho mbak yang sudah jadi penulis cerpen professional, udah ada buku nya bo.

Menikah, punya anak dan kesibukan dirumah ternyata tidak lantas membuat orang malas cari ilmu. Banyak teman-teman yang tetep rajin wara-wiri ikut pengajian walaupun sudah ada 1 atau 2 anak, bahkan ada juga yang sudah ada 3, 4 dan 5 anak, subhanalloh….

Ada lagi mbak yang senang meng-koleksi flash card dan berbagai educatif games. Bermanfaat banget buat para krucil. Anak tenang, para ibu pun jadi tenang :)

Teman yang lain, hobi banget ngutak-ngatik blog setting. Perhatiin deh, adaaa aja yang berubah dari blognya, tentu saja selain postingannya. Biasanya, kesanalah aku tanya-tanya tentang per-blog-an. Waktu pindahan kemarin, teman ini juga bersedia menjadi tempat lungsuran pretilan rumah tangga.

Sebenarnya masih banyak lagi teman-teman yang lain dan tidak bisa aku ceritakan satu per satu. Yang jelas ada benang merah yang bisa aku tangkap, bahwa menjadi istri tidak sekedar menjaga rumah *plus segala tugas-tugas didalamnya* kemudian menunggu suami pulang kerja. Tidak, tidak sesempit itu.

Tetapi juga ada semangat didalamnya, semangat untuk terus belajar dan meng-upgrade diri sendiri bahkan keluarga kecilnya. Ya, semangat itulah yang akan terus aku bawa. Semangat untuk masuk dapur, semangat untuk belajar masak, semangat nge-blog… wah pokoknya banyak deh.

Terima kasih teman-teman and please keep the spirit.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

*tulisan ini dibuat waktu jetlag Singapur masih terasa*

Tuesday, February 14, 2006

Ayam Sobek


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dengan sedikit modifikasi :) Enak dan praktis. “Besok masak ini lagi yah”, pesen mas Tham setelah makan ayam sobek ini.


Bahan:
6 buah dada ayam atau fillet
2 siung bawang putih, keprek
1cm jahe, keprek
serbuk lada
sedikit biji pala, keprek

Bumbu halus:
15 buah cabe merah
10 buah bawang merah
2 cm jahe
1 buah tomat sedang
garam
gula

Cara membuat:
1. Rebus ayam dengan dengan semua sisa bahan. Masak hingga daging ayam empuk, angkat dan tiriskan.
2. Sobek-sobek daging ayam, jangan terlalu tipis/kecil.
3. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Jangan lupa beri garam dan gula.
4. Masukkan sobekan ayam, aduk rata.

Sumber: Dapur Keluarga Cemara

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Saturday, February 04, 2006

Terima Kasih

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Susah payah aku tahan, akhirnya butiran hangat itu luruh juga. Sepuluh bulan ternyata mampu membuat seorang yang asing menjadi seperti keluarga.

Terima kasih teman-teman, telah menjadikan sebuah pulau mungil menjadi berwarna dan bermakna bagi ku...

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

*Catatan dalam bus 189, dari Bukit Batok menuju Clementi*

Sunday, January 29, 2006

Nasi Aking

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Nasi aking??? Waktu pertama kali dengar aku sempet mengernyitkan dahi, "Apaan tuh?". Dari tayangan berita SCTV, ternyata nasi aking adalah nasi yang dihasilkan dari nasi sisa.

Proses pengolahannya, nasi sisa dijemur semalaman hingga kering. Begitu akan dimasak, nasi kering ini dicuci dan direndam kurang lebih selama 1 jam. Setelah itu siap dimasak seperti biasa. Kalau ada, bisa dicampur dengan kelapa. Kalau tak ada, dengan garam pun tak mengapa.

Sebenarnya nasi sisa ini biasa digunakan untuk pakan ternak bebek. Tapi, percayakah anda, ternyata ada orang yang makan nasi aking. Nasi yang sebenarnya hanya layak dikonsumsi ternak!

Didaerah Serang, Banten, ada 1 keluarga yang makan nasi aking setahun belakangan ini. Kenapa? Agar tidak kelaparan dan kemiskinan.

Sang bapak *rata-rata* berpenghasilan hanya 5 ribu rupiah per hari, tak jarang malah tak dapat hasil sama sekali. Dengan seorang istri dan 8 orang anak, butuh 2 liter beras setiap harinya. Jelas tak cukup untuk membeli beras yang harganya terus meroket *kira-kira Rp.4000 per liter*, bahkan untuk beras kualitas jelek sekalipun.

Nasi aking hanya seharga seribu rupiah per liter. Terkadang si ibu mengumpulkan langsung nasi-nasi sisa dari tetangga. Jika ada uang lebih, bisa untuk membeli tahu, tempe atau oncom untuk teman makan. Jika tak ada, cukup dengan garam.

Kadang mereka merasa mual-mual setelah makan nasi aking. Pemerintah setempat pun sudah melarang keluarga ini makan nasi aking. Tapi pelarangan tanpa bantuan nyata, apa gunanya?

Ah... jadi teringat berapa butir nasi yang pernah aku buang percuma. Karena makan yang tidak dihabiskan, masak berlebih sehingga basi dan masuk ke tempat sampah. Sebutir... dua butir... tiga butir... Ah... banyak ternyata!

Ya Alloh... Ampuni hamba-Mu yang kurang bersyukur ini. Membuang rejeki yang tlah Kau berikan. Padahal ada hamba-Mu yang lain, harus bersusah payah mencari rejeki agar tidak kelaparan, agar tetap bertahan hidup.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Pindang Ikan Bandeng

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Bikin bandeng berkuah. Biasanya kalau dibiarkan sampai besok *tentu saja harus dihangatkan* rasanya jadi lebih enak. Kuahnya tambah sedep dan meresap ke dalam ikan nya :P


Bahan:
2 ekor ikan bandeng, potong 2 atau 3 *sesuai selera*
2-4 buah cabe rawit
kecap manis
sedikit asam jawa

Bumbu:
2 buah cabe merah
3 siung bawang merah
sedikit kunyit
sedikit jahe
Semua bumbu dibakar hingga wangi, tumbuk kasar

Cara membuat:
1. Panaskan air secukupnya.
2. Masukkan bumbu dan asam jawa. Masak hingga mendidih.
3. Tambahkan kecap, aduk rata.
4. Masukkan ikan, masak hingga ikan matang *ikan dimasukkan setelah air mendidih supaya tidak hancur*.
5. Terakhir, masukkan cabe rawit. Kalau suka pedas, tinggal gerus saja cabe rawitnya.
6. Sajikan hangat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Monday, January 23, 2006

Siloso Beach

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Hari sabtu lalu pergi ke Siloso Beach, kopdar pertama ku bareng ISM. Sueneng... biasanya cuma baca email-emailnya aja, akhirnya bisa ketemuan dengan banyak teman, ketemu banyak makanan, plus banyak anak-anak yang imut dan lucu-lucu.

Ini juga kali pertama aku ke pantai ini *padahal udah 10 bulan tinggal di Singapur*. Mas Tham cuma jawab "Ntar" kalau aku ajak. Pantainya sih biasa aja *dengan tebaran pasir putih impor dari Indonesia*, tapi bersihhhh banget. Ditambah dengan pemandangan gadis-gadis yang bersliweran hanya menggunakan bikini. Duh... jadi risih sendiri.

Sementara para ibu sibuk mengobrol dan mengunyah *hmmm yummy... banyak makanan enak*, ternyata ada yang sibuk sendiri. Beberapa bapak sibuk menemani anak-anak bermain *atau sebaliknya?:)*. Termasuk mas Tham :)


Sempet sedikit kalang kabut waktu gerimis datang. Menyelamatkan makanan ke dalam tenda dan mencari tempat berteduh. Untunglah ga berapa lama, langit cerah lagi. Yippi... langsung pada berhamburan. Sayang, aku lupa foto-foto waktu disana, hanya sempat beberapa. Mampir ke tempat mbak Hany aja untuk lihat foto-foto lainnya.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Friday, January 20, 2006

Stop Penyiksaan terhadap Anak!

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Di Banten seorang ibu tega membakar 2 orang anaknya, umur 11 bulan dan 2 tahun. Si kakak akhirnya meninggal akibat luka bakar yang parah.

Di Manado, seorang balita cantik menderita lebam-lebam karena dianiaya bapak tiri nya plus beberapa luka bekas sundutan rokok di kakinya.

Ditambah dengan Tia, bocah berusia 8 tahun, yang bagian kakinya disetrika oleh bapaknya.

Dewi, 7 tahun, harus menginap dirumah sakit setelah si bibi menyiram kakinya dengan air panas, ditambah lagi dengan menyiram kemaluannya dengan air cabai. Selama ini memang Dewi diasuh paman dan bibinya.

Menurut data dari Komnas Perlindungan Anak, selama tahun 2005 ada 604 kasus penyiksaan terhadap anak *ini yang dilaporkan lho, mungkin masih banyak kasus serupa diluar sana yang luput dari pantauan*.

***
Semua saya dapat dari berita di SCTV. Ah... miris aku ndengarnya...

Misalkan, kalau kita dititipi buku oleh sorang teman. Masa' sih kita mau robek-robek atau ngerusak buku itu. Kemungkinan besar kita malah berusaha menjaga buku itu dengan baik. Nah, begitu juga dengan anak, terlebih lagi kalau Alloh yang langsung menitipkannya.

Ah...
Disaat para pasutri berharap, berdoa dan berusaha untuk bisa punya anak, ternyata ada juga orang tua yang tega menyiksa anaknya.

Jadi...
Stop penyiksaan terhadap anak!

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Thursday, January 19, 2006

Sayur Daun Singkong

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Pucuk ubi, begitu biasanya orang Melayu menyebut daun ini *pucuk=daun, ubi=singkong*. Alhamdulillah masih bisa ketemu di "Nabela Store", satu-satunya stall melayu yang ada di pasar seberang Ginza Plaza. Biasanya adanya hari sabtu.


Bahan:
1 ikat daun singkong, siangi, cuci bersih
ikan teri, cuci, tiriskan, goreng
santan
sedikit daun kunyit
garam

Bumbu halus:
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabe merah
sedikit jahe
sedikit kunyit
lengkuas

Cara membuat:
1. Rebus daun singkong sampai empuk. Angkat, cuci dan tiriskan. Sisihkan. *ngerebus daun singkong ini lumayan lama, kecuali kalau pakai panci presto*.
2. Tumis bumbu halus hingga harum.
3. Tambahkan air santan dan daun kunyit.
4. Masukkan daun singkong dan ikan teri. Masak hingga mendidih. Aduk sesekali. Jangan lupa garamnya.
5. Sajikan hangat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Sambal Ijo

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Lebih sedap klo pake ikan asin jambal. Disini ada ga ya? Nama nya apa? Sama kah dengan ikan kerapu? Hehehee pertanyaannya langsung diborong begini :)


Bahan:
10 buah cabe ijo
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 buah tomat ijo
sedikit garam

Cara membuat:
1. Tumbuk atau blender kasar semua bahan.
2. Tumis hingga harum, tambahkan garam.

Konon, lebih enak kalo numisnya pake minyak jelantah bekas goreng ikan asin :p

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Ternyata... Sehat Itu Nikmat

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Setelah pekan kemarin demam, sedikit flu dan sedikit batuk, alhamdulillah sekarang sudah sehat lagi.

Biasanya klo mau flu, cuma bersin-bersin aja, trus jadi deh flu nya. Nah, kemarin itu, entah kenapa pake acara demam segala. Sempet dikompres air dingin, masih agak demam juga. Akhirnya ke Polyclinic di Clementi.
"You're lung is ok, no problem. It's just normal cold and cough", gitu kata dokternya.
Dari berita yang aku denger, tanda-tanda flu burung diantaranya badan demam tinggi dan gejala radang paru-paru. Makanya ga heran klo Pak Dokter langsung periksa paru-paru begitu denger keluhan demamku.

Buat temen-temen yang lain, jaga kesehatan ya... Ternyata sehat itu nikmat *biasanya baru terasa pas lagi sakit*.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Monday, January 09, 2006

Rendang

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Bahan:
500 gr daging sapi
1 lt santan *atau santan dari 1 butir kelapa*

Bumbu:
100 gr cabe merah *ini sudah cukup pedas, bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera*
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1cm kunyit
3-5 cm lengkuas
2 cm jahe
sedikit pala
1 lembar daun sereh
2 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk
sedikit daun kunyit
garam

Cara membuat:
1. Haluskan semua bumbu kecuali daun-daunan.
2. Panaskan santan dan semua bumbu, masak hingga mendidih.
3. Masukkan daging. Masak hingga daging empuk dan santan menyusut. Aduk sesekali begitu santan menyusut. Kalau dagingnya masih kurang empuk bisa ditambahkan santan lagi.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Idul Adha

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Besok Hari Raya Idul Adha. Pertama kali aku alami di negara orang. Sepi... Tak terdengar suara takbir yang saling bersahutan. Sama sepinya seperti hari biasa, tak ada adzan berkumandang...

Akhirnya aku dan mas Tham nyari-nyari CD takbiran yang dulu kami bawa dari Glodok.
"Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...
Laa ilaha illallohu wa Allohu Akbar...
Allohu Akbar wa lillahilham"

Hiks, jadi inget suasana Idul Adha di Bekasi atau Bandung...

Rencananya sih besok kita open house. Nerima tamu yang datang berkunjung *emang ada ya? Hehehe* Tapiiii... berhubung rendangnya udah diserbu mas Tham waktu buka puasa tadi, mungkin besok kita open door aja :D

Pengen juga ngelihat penyembelihan hewan kurban disini. Kata mas Tham, hewan kurban cuma diambil dagingnya, benar-benar dagingnya sajah! Sisanya, dari mulai kepala, jeroan, kaki-kaki dan kulitnya dibuang. Yup, benar-benar dibuang... Sayang kan... Kalao di Indo, bagian-bagian tadi udah jadi rebutan.

Selamat Hari Raya Idul Adha buat semua saudara-saudari yang merayakan :) Semoga kita tetap bisa merasakan semangat dan nilai Idul Adha dimanapun dan bagaimanapun kondisi sekeliling kita...

Hidangan ini yang menemani kami saat Idul Adha, lontong sayur plus rendang :p










Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Sunday, January 08, 2006

Bukan KFC... tapi IFC

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

IFC *Irma Fried Chicken* :D

Bahan:
15 potong drumlet *atau bagian lain yang ada dagingnya*.
90 gram tepung ayam goreng siap saji.
2 butir telur, kocok lepas.

Bumbu:
4 siung bawang putih, haluskan.
serbuk pala
serbuk merica
garam

Cara membuat:
1. Panaskan air dan semua bumbu. Masukkan ayam. Masak hingga daging ayam empuk. Angkat.
2. Celupkan ayam dalam telur. Baluri dengan tepung.
3. Goreng hingga kecoklatan.
4. Sajikan hangat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Terong Balado

Assalamu'alaikum r.Wb.

Enak dan gampang mbuatnya. Siapa aja bisa deh...

Bahan:
Terong ungu, belah memanjang dan potong-potong.

Bumbu halus:
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabe merah *atau sesuai selera*
1/2 buat tomat
garam
gula

Cara membuat:
1. Panaskan sedikit minyak, goreng terong 1/2 matang. Sisihkan.
2. Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan gula dan garam hingga rasanya pas.
3. Masukkan terong, aduk hingga bumbu rata dan terong matang.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Bakwan Sayur


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Nyoba bakwan sayurnya teh Inong. Hmm beneran ennak dan lebih tahan lama *karena sayurannya ditumis dulu*. Makannya sambil gigit cabe rawit, dijamin tambah sedap :p

Bahan:
Wortel, iris tipis
Tauge
Daun bawang
200 gr terigu
1 butir telur
1 sdt baking powder *untuk efek renyah*
air

Bumbu:
2 siung bawang putih, haluskan
3 siung bawang merah, haluskan
garam
merica
gula

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan tauge, wortel dan daun bawang, masak hingga sayuran matang.
2. Tambahkan garam, merica dan gula. Sisihkan.
3. Campur terigu, baking powder dan telur. Aduk rata dan beri air hingga adonan pas *tidak terlalu cair atau kental*.
4. Masukkan tuisan sayur, aduk rata.
5. Goreng satu persatu dengan sendok sayur hingga matang dan kecoklatan.

Sumber: Dapur Bunda Inong

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Ayam Panggang Kecap

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Bahan:
1 ekor ayam, belah 2-4
1 sdt asam jawa
1 sdt garam
2 sdm minyak sayur untuk menumis
250 cc air
6 sdm kecap manis
1 buah jeruk nipis, ambil airnya

Bmbu halus:
2 buah cabe merah
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt merica bubuk
3 buah kemiri, sangrai
3-4 sdm kecap manis
1 sdt garam
gula secukupnya

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan asam dan garam yang sudah dicampur 2 sdm air.
2. Panaskan minyak sayur, tumis bumbu halus hingga harum.
3. Masukkan ayam, aduk hingga ayam kaku.
4. Tambahkan air dan kecap manis. Masak hingga ayam 1/2 matang dan kuahnya mengental.
5. Beri air jeruk, angkat.
6. Bakar atau panggang dalam oven bersuhu 200 derajat celcius selama 30 menit.
7. Potong-potong sebelum disajikan.

Sumber: mk

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Friday, December 30, 2005

Sambal Goreng Kentang & Ati

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Berhubung aku agak-agak eneg kalo makan ati sapi *rasanya seperti ada yang nyangkut ditenggorokan*, jadilah ati nya aku potong kecil-kecil. Kentang dan pete nya juga ikutan dipotong kecil deh.

Dulu, pertama kali bikin ini ati nya keras banged *gorengnya kelamaan*. Akhirnya kita makan sambil milihin kentang ama pete nya ajah :)

Bahan:
Santan
10 buah pete, iris tipis. goreng 1/2 matang *jika suka*.
1 buah kentang, potong kotak kecil, goreng 1/2 matang.
400 gr ati sapi, rebus, potong kotak kecil, goreng sebentar *ibaratnya, tuh ati cuma nyemplung bentaran diminyak*

Bumbu:
5 siung bawang merah, haluskan.
3 siung bawang putih, haluskan.
3 buah cabe merah, haluskan.
1 buah cabe merah, buang bijinya, iris tipis, goreng hingga layu.
1 lembar daun salam.
1 iris lengkuas, keprek.
Garam dan gula.

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam dan lanngkuas.
2. Masukkan ati, aduk hingga bumbu tercampur rata.
3. Masukkan santan, masak dan aduk sesekali hingga santan susut.
4. Tambahkan garam dan gula secukupnya.
5. Masukkan kentang, pete dan irisan cabe merah.
6. Aduk sesekali hingga tercampur rata dan semua matang
7. Sajikan.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Ayam Hainan dengan Rice Cooker

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Awal ngelihat ini, komentar mas Tham "Emang ga amis ya?" Hehee soale emang warnanya putih begitu, kaya' ayam belum matang. Dijamin beneran ga amis deh, kan direbusnya pake bumbu-bumbu ajaib :)

Bahan:
4 potong dada atau paha ayam *intinya yang banyak dagingnya*

Dilumuri dengan bumbu:
2 sdm jahe bubuk *atau seiris tipis jahe dikeprek*
Garam, boleh juga ditambahkan penyedap rasa ayam
3 siung bawang putih, haluskan
2 sdt merica bubuk
Diamkan selama 30 menit

Cara membuat:
1. Didihkan sedikit air di rice cooker *kira-kira 1/4 jar rice cooker*.
2. Masukkan ayam. Tambahkan air hingga ayam terendam *jangan terlalu penuh, maksimal 3/4 jar agar air tidak meluap*.
3. Untuk tambahan bisa dimasukkan jamur, sawi atau daun bawang yang diikat.
4. Masak hingga daging ayam empuk dan keluar minyak ayamnya *di air rebusan seperti ada cairan minyak mengambang*.
5. Angkat, sajikan hangat.
6. Sisa air rebusan ayamnya, digunakan untuk masak nasi, hmmm yummy... nasinya jadi gurih.
Enak dimakan bareng lalapan dan sambal terasi.

Sumber : Dapur Bersama

Oiya, kalo air di rice cookernya masih meluap-luap, tutupnya dibuka sedikit.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Wednesday, December 28, 2005

Cuek Beibeh

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Awal-awal datang ke Singapur agak kaget juga waktu belanja ditoko kelontong sebrang Ginza Plaza.
"Kok pelayannya judes amat sih mas? Dia marah ya ama kita?"
"Emang disini begitu, orangnya agak-agak cuek", kata mas Tham anteng.
Ooo... besok-besoknya aku ga kaget lagi kalo belanja. Pertanyaan yang dijawab ala kadarnya bahkan tanpa ekspresi, ah biasaa.

Di kali lain dalam shuttle bus menuju IMM , seorang auntie sudah duduk, walaupun dengan separuh pantatya*maaf*, dikursi sebelah ku. Kemudian berdiri lagi *tanpa melangkahkan kakinya*, duduk lagi, berdiri lagi sambil melihat sekeliling bus dan akhirnya duduk lagi dengan pantat *maaf* penuh. Mungkin si auntie masih mencari-cari kursi lain yang kosong. Tapi karena muatan penuh, yang tersisa hanya kursi disebelahku.

Awalnya heran juga sih ngeliat si auntie yang resah dan gelisah. Aku lihat ke kursinya, biasa aja, ga ada yang kotor atau apa. Aku sih, terserah aja... Yang jelas kursi disebelah kosong. Mau duduk, silahkan. Ga mau duduk, ya silahkan juga. Hehehe... giliran aku yang cuek :)

Pernah juga, siang-siang didalam rumah seperti ada bau terbakar, tepatnya bau kertas terbakar. Sempet panik dan bolak-balik ke dapur nge-cek kompor, ga menyala kok. Endus punya endus, ternyata sumbernya dari kamar depan. Ngintip dari pintu, welehhh... tempat bakarannya ternyata tepat dibalik jendela kamar depan. Bakaran punya tetangga. Yang aku ga abis pikir, beliau kan juga punya teras, kenapa taruh bakarannya ga didepan rumahnya aja. Salah satu bentuk cuek?

Kalau pagi hari lain lagi ceritanya. Deretan baju basah di tembok depan terasku plus jejeran 3 batang jemuran besi. Masih punya tetangga juga. Dan anehnya, beliau ga pernah ngomong apa pun tentang jemuran ini, enaknya kan bilang permisi kek, excuse me kek, sorry kek, apa kek. Bentuk cuek juga?

Nah, kalo tetangga atas beda lagi. Sepertinya mesin cuci beliau ga ada dryer nya. Jadilah hampir setiap pagi ada hujan lokal disekitar lubang bambu, tetesan air dari baju-baju yang masih basah. Kalo aku mau njemur diluar *pakai bambu*, sebaiknya nunggu hujan lokalnya reda, daripada pakaian yang sudah hampir kering basah lagi.

Pernah, aku njemur diluar, semua pakaian kering kecuali yang ada didekat lubang bambu. Basah *bahkan lebih basah dibanding sebelum dijemur* dan berbau. Nengok ke atas, oalaaa beliau menjemur kain pel rupanya :( Akhirnya baju-baju basah itu aku rendam lagi :( Amannya mengeringkan baju digantung aja didalam. Kecuali untuk cucian yang besar-besar seperti seprei, quilt cover, quilt, dan sejenisnya. Itupun harus sesekali diliatin, soalnya suka ada hujan lokal gelombang kedua :( Duhai tetanggaku, jangan kelewat cuek dong ah...

Menurutku sih, sikap cuek ga apa-apa selama apa yang kita kerjakan benar dan tidak merugikan orang lain. Nah, kalo cuek-cuek lain seperti diatas? Enaknya di-gimana-in dong?

*IniTermasukNgomonginOrangGaYah?Sorry*

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.